Selasa, 07 Februari 2017

Ini Usulan Branding City Kabupaten Malang, Mana Yang Pas Ya?

Ini Usulan Branding City Kabupaten Malang, Mana Yang Pas Ya?
MALANG – Komunitas Pecinta WIsata Kabupaten Malang menggelar Focus Group Discusion (FGD) di Pendapa Pantai Balekambang, Kabupaen Malang, Jatim. Mereka mencari format dan bentuk city branding untuk Kabupaten Malang.
FGD yang didukung Dinas Pariwisata Kabupaten Malang ini dihelat Kamis (24/11/2016). Hadir dalam acara ini Imam Fauzi Surahmat, S AB, M.AB dari LSI danTIMES Indonesia.
 Dalam paparannya, Fauzi mengatakan bahwansya Kabupaten Malang sebagai kabupaten terluas kedua di Jatim setelah Banyuwangi, punya potensi luar biasa. Mulai dari bentang pantai yang panjang, luasan daerah agraris yang sangat besar, pegunungan, hingga potensi sejarah, dimiliki.
"Potensi ini bisa membuat Kabupaten Malang punya city brandig yang kuat dan ikonik, sehingga bisa semakin membawa pada arah yang positif potensi wisata Kabupaten Malang,'' ujarnya.
Beberapa usulan menarik mewarnai perjalanan FGD yang diikuti oleh komunitas mahasiswa pecinta wisata ini. Ada usulan Malang is Great. "Ini merujuk pada besarnya potensi di Malang, mulai dari luasan geografis dan segala potensi besar lainnya,'' ujar Fauzi.
Sementara, Andi, mahasiswa FISIP UB asal Bandung, menyampaikan bahwa saat ini cara memasarkan wisata Kabupaten Malang harus terus dilakukan. "Saya mengusulkan sebuah branding untuk Kabupaten Malang dengan nama The Beginning of Indonesia. Mengingat Malang memiliki kekayaan histori awal muasal kerajaan besar di Indonesia,'' ucapnya. 
Tasya lain lagi. Mahasiwa jurusan Ilmu Kelautan UB ini menyampaikan bahwa top of mind saat mendengar Kabupaten Malang adalah kota apel. Namun tetapi branding tersebut masih kental dengan Kota Batu.
"Potensi laut yang seharusnya digarap. Misalnya, jika event petik laut bisa dibikin even yang serius dan reguler dengan melibatkan media yang masif, tentu akan berdampak positif bagi Kabupaten Malang,'' ujarnya.
Sementara, mahasisawa jurusan PWK UB asal Bali, Gede Bintang, mengusulkan branding yang menarik, "The Majestic Malang". Sedang Rido, mahasiswa asal Situbondo, mengusulkan The Complete of Java."

11 Perusahaan di Probolinggo Sinergi Bangun Desa

11 Perusahaan di Probolinggo Sinergi Bangun Desa
PROBOLINGGO – Untuk meningkatkan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Probolinggo, Pemkab Probolinggo dan sejumlah perusahaan melakukan MoU. Penandatanganan MoU ini dilakukan dalam rangka mendukung Program Rehab RTLH dengan Metode OVOC. Acara beerlangsung Kamis (24/11/2016) di Pendapa Kabupaten Probolinggo.
Acara ini dihadiri Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari dan Wakil Bupati Probolinggo HA. Timbul Prihanjoko. Mereka didampingi Kepala Bappeda Kabupaten Probolinggo Dewi Korina dan Asisten Ekonomi Pembangunan H. Asy' Ari, ketua Forum CSR Kabupaten Probolinggo, Dinas Kesehatan, PU Ciptakarya dan sejumlah perusahaan.
Perusahaan-perusahaan yang telah menyatakan diri berkomitmen OVOC sementara ada 11 perusahaan. Di antaranya PT  Surya Abadi Perkasa, PT  Cendana Putra Nusantara, PT  Malindo Feed Mill, PT  PJB. UB Jom #9 Paiton, PT  Charoen Pokpand,  PTPN XI Jawa Timur, PT  YTL. Jawa Timur, PT  IPMOMI, PT  Paiton Energy, PT  Sasa Inti, dan Gudang Garam.
Wabup Timbul menyampaikan laporannya bahwa program RTLH yang namakan One Village One Corporate (OVOC) ini merupakan program tanggung jawab sosial perusahaan. Selain itu juga sebagai salah satu saran publikasi dan metode One Village One Corporate lebih bisa menunjukkan brand image masing masing perusahaan.
Kegiatan ini diawali dengan hubungan kerjasama pada program RTLH dengan metode OVOC. Yakni melalui penandatanganan kesepakatan bersama bupati Probolinggo dengan perusahaan. Selain itu ada perjanjian kerjasama Dinas PU Ciptakarya dengan perusahaan pada November 2016, sosialisasi program rehap RTLH dengan metode OVOC bulan Desember 2016/Januari 2017.
Sedang pelaksanaan program dalam bentuk fisik kepada sasaran pada tahun 2017,  2018, dan tahun 2019.
Bupati Probolinggo Tantri menjelaskan bahwa di Probolinggo tingkat kemiskinan masih tinggi. Karena itu perlu dibuat terobosan-terobosan. "Ini salah satu terobosan berupa keterlibatan perusahaan untuk meningkatkan pembangunan di desa. Kegiatan ini nantinya menjadi sarana komunikasi koordinasi dan sinergi,'' jelasnya.
Bupati berharap nota kesepahaman ini dapat diikuti perusahaan lain yang  belum bergabung pada forum CSR di Kabupaten Probolinggo.

Hari Guru Nasional, MIM Panaruban Juara Umum 2 Olyq

Hari Guru Nasional, MIM Panaruban Juara Umum 2 OlyqPURBALINGGA – Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) Penaruban, Kecamatan Kaligondang, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, berhasil menyabet juara umum 2 pada kegiatan Regional Olyq Purbalingga, pekan yang lalu. Penyerahan piala baru dilaksanakan, Kamis (24/11/2016).
Peserta dari MIM Penaruban berhasil memperoleh total nilai 19 dengan perolehan medali 2 emas, 3 perak, dan 1 perunggu. Ada dua cabang lomba yang diikuti MIM, yaitu tahfidz Alquran dan tartil Alquran. Dari perolehan tersebut berhak memperoleh juara umum 2 dari Majelis Dikdasmen Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Purbalingga.
Kepala MIM Siti Nur Laely merasa bangga dan terharu madrasahnya mampu menjadi juara umum 2 tingkat SD/MIM dari total peserta sebanyak 38 SDM/MIM se-Kabupaten Purbalingga. Apalagi penyerahan pialanya bersama dengan momentum Hari Guru Nasional.
Lebih spesial lagi yang menyerahkan adalah Dr. H. Abdul Mu'ti, M.Ed., ketua Badan Akreditasi Nasioanal (BAN) sekolah dan madrasah yang juga sekretaris umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Dr Mu'ti hadir di Purbalingga dalam rangka seminar hari guru yang dilaksanakan PGRI Purbalingga dan kunjungan silaturrahmi ke Pimpinan Daerah Muhammadiyah Purbalingga.

Hari Guru, Siswa Sowan Pensiunan Guru

Hari Guru, Siswa Sowan Pensiunan GuruPURBALINGGA – Dalam rangka Hari Guru Nasional tahun ini, Siswa dan guru Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) Penaruban, Kecamatan Kaligondang, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah mengadakan berbagai rangkaian kegiatan.
Kepala MIM, Siti Nur laely mengatakan tujuan kegiatan ini  sebagai pembelajaran langsung bagaimana menghargai jasa para guru yang telah mengabdikan waktunya untuk mendidik dan berbagi ilmu.
Kegiatan itu diantaranya membuat puisi bertemakan guru secara serempak bersama seluruh siswa yang berjumlah 225 anak. Dilanjutkan dengan berkunjung ke rumah guru yang sudah pensiun, dan yang sedang sakit.
Saat berkunjung itu salah satu siswa, Labibah siswa kelas 1 membacakan puisi karangannya sendiri yang diberi judul "Guruku". 
'Kau adalah pelita hatiku, Kau mengajariku membaca dan menulis, hingga aku bisa. Guruku, Kau adalah orang tuaku di sekolah, Saat aku bertingkah, Kau dengan sabar membimbingku. Guruku, Kau berikan ilmu yang bermanfaat, Tulus ikhlas Kau mengajariku, Engkau guru yang berhati emas'.
Suasana rumah yang dikunjungi menjadi hening, hanya terdengar isak tangis para siswa dan juga tuan rumah. 
Beberapa guru yang dikunjungi adalah Bapak H. Sukirno dan Ibu Hj. Siti Alfiyah. Pada kesempatan itu Bapak H. Sukirno menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya atas perhatian dan penghargaan ini. "Kami sangat terharu dan tidak menyangka akan ditengok di Hari Guru ini", Tambah Pak Kirno.
Selanjutnya puisi-puisi yang telah dibuat tadi dikirim dan dipersembahkan untuk PGRI Kabupaten Purbalingga.

Dinsos Sumsel Berikan Ruang Bagi Kaum Difabel

Dinsos Sumsel Berikan Ruang Bagi Kaum DifabelPALEMBANG – Dinas Sosial Sumatera Selatan memperingati hari disabilitas international (HDI) dengan jalan sehat yang dipusatkan di Kantor RRI Palembang, Minggu pagi (27/11/2016).
Menurut Plt Kepala Dinas Sosial Provinsi Sumsel Belman Kormuda, ada sekitar 500 orang terlibat diacara ini. "kita perlu wujudkan kesetaraan antar sesama termasuk kepada kaum disabilitas,"katanya.
Dia mengatakan negara harus hadir dan peduli kepada kaum disabilitas termasuk wujud kebersamaan peringatan HDI ini. "sebagai manusia normal kita punya kewajiban memberikan ruang bagi kaum difabel," tegas Tokoh Inspiratif Sumsel 2016 ini.
Kepedulian tersebut dikatakan Belman yakni dengan memberikan ruang publik yang bisa dinikmati oleh penyandang disabilitas. "misalkan kendaraan, mall, jalan dan lainnya juga mempermudah bagi disabilitas untuk bisa mengaksesnya," katanya.
Pihaknya meminta kota Palembang kedepannya diharapkan ramah kepada kaum disabilitas sebagai wujud kesetaraan dan tanggung jawab negara.

Hindari Hate Speech, Pelajar Cerdas Bermedsos

Hindari Hate Speech, Pelajar Cerdas BermedsosPROBOLINGGO – Anggota DPR-RI Hasan Aminuddin meminta pelajar Probolinggo berhati-hati dalam menggunakan alat komunikasi. Terutama berkaitan dengan banyaknya ajaran kebencian (hate speech) lewat HP dan media sosial.
“Hati-hati dan waspada dengan kemajuan zaman. Setiap akan melakukan aksi dengan alat komunikasi, harus berpikir dulu. Sebelum mengirim informasi melalui alat komunikasi, harus berpikir dulu,” kata Hasan.
Pesan itu disampaikan kepada pelajar SMA dan MA (Madrasah Aliyah) se-Kabupaten Probolinggo di Pondok Hati, Dusun Toroyan, Desa Rangkang, Kabupaten Probolinggo, Minggu (27/11/2016).
Mantan Bupati Probolinggo selama dua periode itu menyatakan, pemahaman tersebut harus dihayati oleh pelajar supaya tidak ada provokasi yang bisa mengganggu atau mencerai beraikan kita sebagai warga bangsa Indonesia.
Dalam kunjungan kerja ke dapil di luar masa reses itu, Hasan juga mengingatkan bahwa Indonesia tidak hanya dihuni oleh satu agama. Tidak dihuni oleh satu suku, etnis dan budaya saja. Indonesia, lanjut Hasan, merupakan bangsa yang beragam.
“Indonesia bukan Arab, bukan Malaysia, bukan Singapura dan bukan Amerika,” pungkasnya.

Belajar Demokrasi, Siswa Mufourga Mengikuti Proses Pilkades

Belajar Demokrasi, Siswa Mufourga Mengikuti Proses Pilkades
PURBALINGGA – Untuk mengisi materi Demokrasi pada mata pelajaran PKn, Semua siswa kelas 8 MTs Muhammadiyah 04 Slinga (Mufourga), Kecamatan Kaligondang, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah mengamati proses Pemilihan Kepala Desa Slinga, Ahad (27/11/2016). 
Menurut guru PKn, Purwanto walaupun materi demokrasi itu di semester genap, tetapi karena ada momentum bagus, maka tidak disia-siakan kesempatan yang adanya 6 tahun sekali ini. 
Mereka mengamati secara langsung setiap tahapan, mulai dari pengambilan sumpah Panitia Pelaksana (Panlak), saat pemungutan suara sampai dengan perhitungan suara di lokasi Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang berada di lapangan olah raga Desa Slinga.
Sebelumnya siswa mengikuti penjelasan teknis pengamatan dan pencarian data saat pilkades berlangsung. "Siswa kami dikelompokkan dengan 5 siswa per kelompok dan dibekali kuisioner sebagai bahan wawancara dengan panitia", Kata Purwanto.
Kegiatan ini juga bertujuan sebagai penanaman karekter berani, sebab meraka harus mendapatkan data dengan cara bertanya atau wawancara dengan nara sumber. "Setelah proses pengamatan dan pengumpulan data ini, setiap kelompok diberi waktu satu pekan untuk membuat laporan", Imbuh Purwanto.
Sekretaris Panlak Pilkades, Jalal menyampaikan apresiasi dengan adanya kegiatan yang positif bagi siswa. Mereka tidak hanya menonton tetap juga ada proses pembelajaran.